Misterius.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat resmi memperkuat sinergi dengan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berfokus pada peningkatan akses menuju Way Haru sekaligus penguatan perlindungan kawasan konservasi.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, bersama Kepala Balai Besar TNBBS, Hifzon Zawahiri, di Ruang Rapat Payung Agung, Gedung A Lantai 4, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pesisir Barat Irawan Topani, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Armand Achyuni, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan TNI.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar TNBBS, Hifzon Zawahiri, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut berlandaskan prinsip 3P, yakni pemanfaatan, perlindungan, dan pengamanan kawasan konservasi. Seluruh ruang lingkup kegiatan, termasuk pembangunan infrastruktur, telah diatur secara resmi dalam dokumen kerja sama.
“Semua ruang lingkup kerja sudah kita masukkan dalam PKS sehingga pelaksanaannya memiliki dasar hukum yang jelas dan sesuai prosedur,” ujar Hifzon.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup pembangunan jalan patroli dengan lebar dua meter dan bahu jalan masing-masing satu meter di sisi kiri dan kanan. Selain itu, pembangunan jembatan serta infrastruktur pendukung lainnya juga telah disepakati sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, peningkatan akses tersebut diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah Way Haru tanpa mengurangi fungsi utama kawasan konservasi sebagai wilayah perlindungan ekosistem.
Sementara itu, Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan menegaskan bahwa penandatanganan PKS menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan daerah dan pelestarian lingkungan.
Menurut Dedi, peningkatan akses menuju Way Haru merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah yang telah direncanakan sejak awal masa kepemimpinannya guna meningkatkan konektivitas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Peningkatan akses jalan ini akan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses pendidikan, layanan kesehatan, dan konektivitas antarwilayah. Dengan akses yang lebih baik, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat juga semakin berkembang,” kata Dedi.
Dalam kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berencana melakukan peningkatan dan pemeliharaan jalan patroli sepanjang 6,2 kilometer pada jalur Way Heni–Way Haru. Infrastruktur tersebut juga akan dilengkapi empat titik jembatan penghubung yang dinilai strategis untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menunjang pengamanan kawasan konservasi.
Usai penandatanganan PKS, pemerintah daerah menargetkan pembangunan jalan sepanjang 6,2 kilometer dengan lebar dua meter dan bahu jalan masing-masing satu meter beserta empat titik jembatan dapat dimulai pada tahun 2026, apabila seluruh persyaratan administrasi dan teknis telah terpenuhi.
Namun apabila pelaksanaan belum memungkinkan dilakukan tahun ini, proyek tersebut akan mulai direalisasikan pada tahun 2027.
Dedi Irawan juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar TNBBS atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin selama ini. Ia berharap kerja sama tersebut menjadi fondasi kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat perlindungan kawasan konservasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan.
“Kerja sama ini bukan hanya tentang pembangunan akses jalan, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Melalui penandatanganan PKS ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Balai Besar TNBBS menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang tetap memperhatikan kelestarian sumber daya alam serta kebutuhan masyarakat.













