Ketua Ansor Tanggamus Tegaskan Polri Harus Tetap di Bawah Presiden

Misterius.co.id — Ketua Ansor Tanggamus tegaskan Polri harus tetap di bawah Presiden.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tanggamus, Zulki Kurniawan, S.E., menegaskan bahwa posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, struktur tersebut merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan, demokrasi, serta keutuhan bangsa.

Zulki menilai, wacana penempatan Polri di bawah kementerian tertentu justru berpotensi memunculkan persoalan baru dalam tata kelola keamanan nasional. Ia menegaskan bahwa Polri membutuhkan ruang independensi yang kuat agar dapat menjalankan tugas penegakan hukum dan pelayanan publik secara objektif, profesional, serta terbebas dari kepentingan sektoral.

“Polri memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa. Karena itu, posisinya harus netral dan tidak terseret dalam dinamika birokrasi kementerian yang sarat kepentingan kebijakan,” ujar Zulki.

Ia menambahkan, keberadaan Polri langsung di bawah Presiden selama ini menjadi bentuk kontrol yang jelas sekaligus penegasan bahwa institusi kepolisian adalah alat negara yang bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia. Struktur tersebut dinilai paling tepat untuk menjaga keseimbangan antara kewenangan, pengawasan, dan akuntabilitas.

Sebagai organisasi kepemudaan yang berlandaskan nilai kebangsaan, Ansor memandang bahwa penguatan Polri seharusnya diarahkan pada peningkatan profesionalisme, integritas aparat, serta pelayanan publik yang humanis. Bukan melalui perubahan struktur kelembagaan yang berisiko mengaburkan fungsi dan peran kepolisian.

Zulki juga mengajak masyarakat agar tidak terjebak dalam wacana yang justru berpotensi melemahkan institusi negara. Ia menekankan bahwa kritik terhadap Polri tetap diperlukan, namun harus difokuskan pada perbaikan kinerja dan reformasi internal, bukan pada langkah-langkah yang dapat mengurangi independensi institusi.

“Ansor Kabupaten Tanggamus berdiri bersama Polri yang profesional, mandiri, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Karena itu, posisi Polri di bawah Presiden harus tetap dipertahankan demi menjaga stabilitas nasional dan keutuhan NKRI,” pungkasnya.

Srikandi Langit TNI AD Ukir Prestasi di Kejuaraan Menembak Nasional

Misterius.co.id — Personel Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dari Pangkalan Udara Angkatan Darat (Lanudad) Gatot Soebroto Puspenebad, Sersan Dua (K) Alfina Damayanti, menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Menembak Tingkat Nasional Tribuana Open Championship 1 Panglima Kopassus Cup 2026.

Dalam kompetisi bergengsi yang berlangsung pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026 tersebut, Serda (K) Alfina yang sehari-hari bertugas di bagian Pelayanan Operasional Penerbangan berhasil meraih Juara 3 kategori Pistol Eksekutif TNI/Polri Putri (Beregu).

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh Komandan Lanudad Gatot Soebroto Puspenebad, Letkol Cpn I Putu Arry PB Pratuana, S.Hub.Int. Danlanudad secara konsisten memberikan ruang serta izin latihan intensif bagi Serda (K) Alfina dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan ketat di Lapangan Tembak Makopassus Cijantung dan Senayan, Jakarta.

Turnamen ini diikuti peserta lintas matra, mulai dari prajurit TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, hingga atlet menembak sipil dari berbagai daerah di Indonesia.

Usai penyerahan medali, Serda (K) Alfina mengungkapkan rasa syukur dan bangganya. Ia mencatatkan sejarah sebagai salah satu atlet dari korps Penerbad yang mampu menembus podium dalam ajang tersebut.

“Perasaan saya tentu sangat senang dan bangga bisa membahagiakan orang tua serta membawa nama harum Penerbad di kejuaraan ini. Harapan saya, pada event selanjutnya bisa meraih juara di kategori perorangan,” ungkapnya.

Tak berhenti sampai di situ, Serda (K) Alfina juga membidik target yang lebih tinggi. Ia berharap dapat lolos dalam seleksi kaderisasi ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) yang akan dilaksanakan pada Maret mendatang di Kopassus. Ajang internasional AARM sendiri dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Malaysia.

Seluruh rangkaian kegiatan kejuaraan berjalan dengan aman dan lancar serta menjunjung tinggi sportivitas.

Ketua JWI Tulang Bawang Heri Yanto Tutup Usia, Insan Pers Berduka

Misterius.co.id — Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Ketua DPD Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kabupaten Tulang Bawang, Heri Yanto, S.H. bin Gustam, dikabarkan meninggal dunia.

Almarhum mengembuskan napas terakhir di RSUD Harapan Bunda, Bandar Jaya, Lampung Tengah, pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan medis.

Kepergian Heri Yanto menjadi kehilangan besar bagi insan pers, khususnya di wilayah Tulang Bawang. Sosoknya dikenal aktif membangun profesionalisme dan soliditas di kalangan jurnalis.

Ketua DPD JWI Tulang Bawang, Beni Setiawan, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya almarhum.

“Kepergian Heri Yanto, S.H., menjadi kehilangan besar bagi insan pers, khususnya di Tulang Bawang. Beliau berperan aktif dalam membangun profesionalisme dan soliditas di kalangan jurnalis,” ujar Beni.

Ia juga mengajak seluruh rekan sejawat, mitra kerja, dan masyarakat untuk mendoakan almarhum.

“Kami keluarga besar DPD JWI Kabupaten Tulang Bawang menyampaikan duka mendalam serta memohon doa agar almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal kebaikannya, serta mendapat rahmat dan maghfirah Allah SWT,” tambahnya.

Semasa hidupnya, Heri Yanto juga dikenal sebagai Kepala Biro Media Derita Rakyat Kabupaten Tulang Bawang. Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka di kawasan Umbul Kemiling, Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang. Rencananya, almarhum akan dimakamkan tidak jauh dari kediamannya.

Ucapan duka juga datang dari Kepala Biro media cetak KPK Kabupaten Tulang Bawang, Amri alias Amri Waspada. Ia mengenang almarhum sebagai sosok sahabat sekaligus teladan di dunia pers.

“Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bung Heri Yanto, S.H. Beliau bukan hanya seorang Kepala Biro Media Derita Rakyat, tetapi juga sahabat, pengayom, dan teladan bagi kami semua di dunia pers,” ungkap Amri.

Menurutnya, dedikasi almarhum terhadap integritas jurnalistik, komitmen menjaga marwah profesi, serta sikap rendah hati telah menjadi inspirasi bagi banyak rekan media.

“Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar insan pers Tulang Bawang. Kami kehilangan figur yang selalu mengedepankan kebersamaan dan menjunjung tinggi etika dalam bekerja,” lanjutnya.

Amri juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Saya juga mengajak seluruh insan media untuk meneruskan semangat dan nilai-nilai profesionalisme yang selama ini diperjuangkan almarhum,” tutupnya.

Polres Way Kanan Gelar Apel Operasi Keselamatan Krakatau 2026 Jelang Idul Fitri

Misterius.co.id — Polres Way Kanan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau Tahun 2026 dengan tema “Cipta Kondisi Kamseltibcarlantas Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026”. Kegiatan berlangsung di halaman Mapolres Way Kanan, Senin (2/2/2026).

Apel dipimpin Kabagops Polres Way Kanan, Kompol Maryanto, dan diikuti pejabat utama Polres Way Kanan, personel TNI, serta unsur terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyematan pita tanda dimulainya operasi kepada perwakilan personel dari Kodim 0427 Way Kanan, Subdenpom Way Kanan, Polres Way Kanan, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Way Kanan.

Operasi Keselamatan Krakatau 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, secara serentak di seluruh Indonesia.

Kapolres Way Kanan AKBP Didik Kurnianto melalui Kabagops Kompol Maryanto selaku pimpinan apel membacakan amanat Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H. Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan di bidang lalu lintas atas sinergi yang telah terjalin.

“Saya berharap sinergitas yang telah terbangun selama ini dapat terus ditingkatkan,” ujar Maryanto saat membacakan amanat Kapolda.

Ia menjelaskan, apel gelar pasukan dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana dan prasarana pendukung, sehingga pelaksanaan operasi dapat berjalan optimal sesuai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Menurutnya, permasalahan lalu lintas saat ini berkembang cepat dan dinamis, seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor serta mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut berimplikasi pada meningkatnya potensi ancaman keselamatan di jalan raya.

Karena itu, seluruh pemangku kepentingan di bidang keselamatan lalu lintas diharapkan berperan aktif dalam meminimalkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2026, kegiatan akan diprioritaskan pada upaya pendidikan masyarakat (dikmas lantas) guna menumbuhkan simpati publik terhadap Polri, khususnya satuan lalu lintas, sekaligus mengedukasi masyarakat agar tercipta situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

Mengakhiri amanatnya, Kapolda Lampung menekankan agar operasi tidak semata berorientasi pada penegakan hukum berupa tilang, melainkan lebih mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta pendekatan humanis.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada kita semua dalam melanjutkan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” demikian kutipan amanat Kapolda Lampung. (Yuswantoro)

Banjir Way Kanan Mulai Surut, Warga Diminta Tetap Waspada

Misterius.co.id — Kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Way Kanan mulai menunjukkan tren penurunan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Way Kanan memastikan genangan air di permukiman warga berangsur surut, meski beberapa titik masih terdampak.

Kepala BPBD Way Kanan, Sufrianto, mengatakan air yang sebelumnya merendam rumah warga di Kampung Negeri Agung kini telah surut. Namun, area perkebunan di wilayah tersebut masih banyak yang terendam.

“Informasi terkini dari Kampung Negeri Agung, untuk rumah warga sementara sudah aman atau surut. Namun, area perkebunan masih banyak yang tergenang air,” ujar Sufrianto saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin pagi (2/2/2026).

Meski kondisi permukiman mulai membaik, luapan Sungai Way Besai masih merendam sejumlah ruas jalan di Kampung Kota Baru, Kecamatan Negeri Agung. Akibatnya, mobilitas warga setempat masih mengalami hambatan.

Sebelumnya, pada Minggu (1/2/2026), cuaca ekstrem memicu banjir bandang yang melumpuhkan akses utama penghubung Kampung Negeri Agung dan Kampung Pulau Batu. Ketinggian air saat itu dilaporkan mencapai lebih dari satu meter, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.

Selain di wilayah Negeri Agung, titik krusial lainnya juga sempat terjadi di Simpang Neki, Kecamatan Baradatu. Luapan air di area jembatan setempat menyebabkan arus lalu lintas terputus total.

Tak hanya banjir, BPBD Way Kanan juga menyoroti potensi bahaya pohon tumbang akibat angin kencang yang menyertai hujan deras. Beberapa laporan menyebutkan adanya gangguan akses jalan karena pohon tumbang di sejumlah titik.

Personel BPBD bersama TNI dan Polri telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk membantu warga, membersihkan material sisa banjir, serta mengevakuasi pohon tumbang yang menghalangi jalan.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan bencana, agar tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada. Potensi banjir susulan masih sangat tinggi mengingat kondisi cuaca ekstrem yang belum stabil,” tegas Sufrianto.

Sementara itu, air yang sempat menggenangi Jalan Lintas Kabupaten penghubung Kecamatan Baradatu menuju Kecamatan Banjit, tepatnya di area Jembatan Simpang Neki, dilaporkan telah surut pada hari ini.

Menghidupkan Kembali Lingkar Gotong Royong sebagai Penopang Kehidupan Manusia

Misterius.co.id — Aris Tama ketua umum (ARMADA) aliansi rakyat mahasiswa anak daerah mengatakan Di tengah masyarakat yang semakin terhubung secara digital, manusia justru kian rentan merasa sendirian. Ritme hidup yang cepat, tekanan ekonomi, serta tuntutan produktivitas sering membuat relasi antarmanusia menjadi dangkal. Banyak orang tampak kuat di luar, tetapi rapuh di dalam karena kehilangan support system yang sehat.

Menurut Aris Dalam konteks ini, situasi ini sejatinya paradoks. Bangsa ini memiliki warisan sosial bernama gotong royong, sebuah nilai yang sejak lama menjadi penopang kehidupan bersama. Namun dalam praktik sehari-hari, gotong royong kerap direduksi menjadi aktivitas seremonial atau sekadar kerja kolektif saat dibutuhkan. Padahal, pada hakikatnya, gotong royong adalah sistem pendukung hidup manusia yang bersifat mendasar.

Manusia tidak hidup sebagai individu yang sepenuhnya berdiri sendiri. Sejak lahir, manusia bertumbuh melalui relasi: keluarga, lingkungan, dan komunitas. Dukungan emosional, rasa aman, serta pengakuan sosial merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat digantikan oleh pencapaian material. Ketika relasi-relasi ini melemah, manusia mudah terjebak dalam kesepian, kelelahan mental, dan krisis makna.

Ketua umum ARMADA tersebut mengatakan Di sinilah pentingnya memandang gotong royong secara lebih utuh. Konsep Lingkar Gotong Royong menawarkan cara pandang bahwa gotong royong bukan sekadar tindakan membantu, melainkan jejaring relasi yang saling menopang. Disebut lingkar karena relasi ini setara, timbal balik, dan berkelanjutan. Setiap orang berada dalam posisi yang sama: kadang memberi, kadang menerima.

Lingkar gotong royong hadir dalam berbagai lapisan kehidupan. Pada lingkar terdekat, ia hidup dalam keluarga dan sahabat, tempat seseorang dapat menjadi dirinya sendiri tanpa takut dihakimi. Pada lingkar komunitas, gotong royong tumbuh melalui tetangga, kelompok kerja, dan organisasi sosial. Sementara pada lingkar yang lebih luas, ia tercermin dalam solidaritas sosial dan kebijakan publik yang berpihak pada kemanusiaan.

Ketika lingkar-lingkar ini berfungsi dengan baik, manusia memiliki tempat untuk kembali, berbagi, dan memulihkan diri. Sebaliknya, ketika lingkar ini rapuh, individu dipaksa menanggung beban hidup sendirian. Tidak mengherankan jika persoalan kesehatan mental kian mengemuka di tengah masyarakat modern.

Banyak masalah kesehatan mental hari ini bukan semata-mata persoalan pribadi, melainkan gejala sosial. Kesepian kronis, kelelahan emosional, dan rasa tidak bermakna sering muncul karena manusia kehilangan ruang aman untuk didengar dan diterima. Lingkar Gotong Royong menyediakan ruang tersebut melalui kehadiran manusia lain yang peduli dan sadar.

Aris menilai Pengalaman berbagai krisis menunjukkan bahwa kekuatan utama masyarakat Indonesia terletak pada solidaritas warganya. Dalam situasi bencana atau kesulitan ekonomi, gotong royong kerap menjadi mekanisme pertama yang bekerja sebelum sistem formal hadir sepenuhnya. Hal ini menegaskan bahwa gotong royong bukan romantisme masa lalu, melainkan fondasi ketahanan sosial yang relevan hingga hari ini.

Tantangan ke depan bukan sekadar menjaga gotong royong sebagai slogan budaya, melainkan menghidupkannya kembali sebagai praktik sadar. Di keluarga, komunitas, tempat kerja, hingga dalam perumusan kebijakan publik, gotong royong perlu dipahami sebagai investasi sosial jangka panjang.

Menguatkan Lingkar Gotong Royong berarti menjaga martabat manusia. Setiap individu tidak diposisikan sebagai objek bantuan, melainkan sebagai subjek yang berdaya dan bermakna bagi sesamanya. Di tengah zaman yang kian terfragmentasi, menghidupkan kembali gotong royong bukan hanya soal merawat tradisi, tetapi tentang merawat kemanusiaan itu sendiri.
Ujar Aris.

Euforia Piala Dunia 2026 Menggema di Lampung, TVRI Gelar Kick Off Meriah di Tugu Adipura

Misterius.co.id – Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Provinsi Lampung. TVRI Lampung resmi menggelar Kick Off Piala Dunia 2026 di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Minggu (1/2/2026), sebagai penanda dimulainya semangat dan antusiasme masyarakat menyambut ajang sepak bola terbesar di dunia.

Kegiatan kick off ini menjadi simbol kebangkitan gairah sepak bola di Lampung. Ribuan masyarakat tumpah ruah menikmati rangkaian acara yang dikemas meriah, mulai dari hiburan, dialog interaktif, hingga pengenalan program siaran Piala Dunia yang akan tayang di TVRI pada Juni 2026 mendatang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, yang secara langsung membuka acara dan menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap penyelenggaraan serta pengembangan olahraga, khususnya sepak bola.

“Kick off ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk membangkitkan semangat olahraga dan kebersamaan masyarakat Lampung dalam menyambut Piala Dunia,” ujar Marindo.

Pada kesempatan itu, Marindo juga mengajak masyarakat Lampung untuk menyaksikan seluruh pertandingan Piala Dunia melalui siaran TVRI sebagai televisi publik nasional yang menjangkau hingga ke pelosok daerah.

“Piala Dunia adalah milik semua. Masyarakat Lampung bisa menyaksikannya melalui TVRI, televisi kebanggaan bangsa. Jadi, ingat Piala Dunia, ingat TVRI,” katanya.

Keseruan kick off Piala Dunia ini semakin lengkap dengan dukungan dari Komisi VII DPR RI. Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Lampung, Rycko Menoza, bersama Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menegaskan pentingnya peran TVRI dalam menghadirkan tayangan Piala Dunia yang berkualitas, edukatif, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Menurut Rycko, TVRI memiliki keunggulan sebagai lembaga penyiaran publik dengan jaringan luas yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kick off ini menjadi langkah awal agar semangat Piala Dunia bisa dirasakan merata. TVRI hadir sebagai media publik yang tidak hanya menyiarkan pertandingan, tetapi juga menyampaikan pesan persatuan, sportivitas, dan kebanggaan nasional,” ujarnya.

Acara tersebut turut dihadiri Wakapolda Lampung, perwakilan Kodam XII/Radin Inten, serta sejumlah pemangku kepentingan dan unsur pemerintahan lainnya. Kebersamaan antara pemerintah, lembaga penyiaran, dan masyarakat menjadikan kegiatan ini berlangsung semarak dan penuh antusiasme.

Kick off Piala Dunia TVRI Lampung di Tugu Adipura menjadi titik awal euforia sepak bola di Bumi Ruwa Jurai, sekaligus penanda bahwa masyarakat Lampung siap menyambut pesta sepak bola dunia.

SSB Atlantic Lampung Selatan Menang Telak 3-1 di Laga Perdana Piala KONI Regional Lampung

Misterius.co.id – SSB Atlantic Lampung Selatan memulai langkah dengan gemilang pada ajang Kompetisi Piala KONI Regional Lampung yang digelar di Stadion Mini Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Pada laga perdana penyisihan Grup D, Minggu (1/2/2026), Atlantic sukses menundukkan Ex-Club dengan skor meyakinkan 3-1.

Gol pembuka dicetak oleh Muhamad Ghani, siswa SMP Negeri 1 Sidomulyo, pada menit ke-17 babak pertama. Keunggulan tersebut membuat Atlantic semakin percaya diri dalam membangun serangan.

Memasuki babak kedua, Atlantic tampil semakin agresif. Sulton menjadi bintang lapangan setelah mencetak dua gol tambahan masing-masing pada menit ke-15 dan menit ke-20 babak kedua. Ex-Club sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-23, namun skor 3-1 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

SSB Atlantic Lampung Selatan sendiri diperkuat para pemain muda berbakat dari berbagai sekolah, di antaranya:

SMP Negeri 1 Sidomulyo

MTs Mataul Anwar Cinta Mulya, Candipuro

SMP Negeri 1 Candipuro

SMP Subangsih, Kecamatan Katibung

SD Avisena Garden Sidomulyo

Tim ini dinakhodai oleh Hendri Kenedi. Ia mengungkapkan rasa syukur atas hasil positif di laga pembuka.

“Alhamdulillah hari ini kami menang. Semoga pada pertandingan kedua dan ketiga nanti kami bisa meraih hasil sempurna dan lolos dari Grup D,” ujarnya.

Kompetisi Piala KONI Regional Lampung tahun ini diikuti oleh 24 klub dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung, menjadikannya ajang bergengsi bagi pembinaan pesepakbola usia muda di daerah.

Respon Cepat TNI–Polri Bersama Warga Atasi Dampak Banjir di Kecamatan Banjit

Misterius.co.id – Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Banjit menyebabkan Sungai Neki meluap dan merendam akses utama jalan penghubung Banjit–Baradatu. Kondisi cuaca ekstrem tersebut juga mengakibatkan pohon tumbang yang menutup badan jalan di Dusun 3 Jangu, Kampung Bali Sadhar Utara, Minggu, 1 Februari 2026.

Situasi darurat itu segera direspons oleh Babinsa Koramil 427-05/Banjit, Serda Denara Deli, yang langsung turun ke lokasi terdampak. Berdasarkan informasi dari media sosial resmi Kodim 0427/Way Kanan, upaya penanganan dilakukan melalui aksi gotong royong terpadu bersama Bhabinkamtibmas dan warga setempat.

Dengan peralatan seadanya, tim gabungan bahu-membahu menyingkirkan batang pohon yang melintang di jalan serta membersihkan material sisa banjir. Langkah cepat ini dilakukan demi memulihkan kembali akses lalu lintas yang sempat lumpuh dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kehadiran kami merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas kesulitan yang dihadapi warga,” ujar Serda Denara Deli di sela kegiatan pembersihan.

Berkat sinergi yang solid antara aparat dan masyarakat, proses evakuasi dan pembersihan berlangsung relatif singkat. Saat ini, jalur Banjit–Baradatu telah kembali normal dan aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Respons cepat tersebut mendapat apresiasi dari warga sekitar yang merasa terbantu dengan kehadiran aparat TNI–Polri yang sigap dalam memitigasi dampak bencana serta memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar.

Hujan Deras Guyur Way Kanan, Camat Negeri Agung Tinjau Permukiman Terendam Banjir

Misterius.co.id – Hujan deras guyur Way Kanan, Camat Negeri Agung tinjau permukiman terendam banjir.

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Way Kanan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga. Dampak tersebut mulai dirasakan di sejumlah titik di Kampung Negeri Agung, Minggu, 1 Februari 2026.

Menyikapi kondisi tersebut, Camat Negeri Agung, Hepy Haryanto, turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi banjir. Dalam peninjauan yang dilakukan di sekitar kawasan Sesat Agung, ia memastikan kondisi warga sekaligus memantau perkembangan ketinggian air.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa rumah warga di Kampung Negeri Agung dan sekitarnya dilaporkan telah mulai terendam air. Kondisi ini diperkirakan masih berpotensi meluas apabila intensitas hujan tetap tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Hepy Haryanto mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sepanjang bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi kemungkinan banjir yang lebih besar.

“Mengingat curah hujan yang masih tinggi dan debit air sungai yang terus meningkat, saya meminta warga untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi banjir susulan,” ujar Hepy.

Sebagai langkah antisipasi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Way Kanan bersama personel TNI dan Polri dilaporkan telah bersiaga di lokasi banjir. Aparat gabungan tersebut disiagakan untuk melakukan pemantauan, penanganan darurat, serta membantu masyarakat apabila kondisi memburuk.