Misterius.co.id – Perselisihan yang sempat memicu perbincangan di media sosial antara tim sepak bola Pakuan Ratu FC dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Way Kanan akhirnya menemukan titik terang. Setelah dilakukan pertemuan klarifikasi yang difasilitasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Way Kanan, kedua belah pihak sepakat menyatakan bahwa persoalan tersebut murni disebabkan oleh miskomunikasi.
Pertemuan tersebut dipimpin Ketua KONI Way Kanan, Indra Septa Purnama, S.H., didampingi Sekretaris Marison Silaen, S.I.P., Bendahara M. Ali Komaini, S.H., serta Koordinator Bidang Humas Iput Saipudin, S.Pd. Forum tersebut digelar untuk mempertemukan kedua pihak sekaligus meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Manajer sekaligus Pelatih Pakuan Ratu FC, Habib Abdurrahman, menyampaikan klarifikasi terkait unggahan pada akun Facebook pribadinya yang sempat viral dan menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat.
“Saya ingin mengklarifikasi tentang postingan Facebook kemarin yang sempat viral, bahwasanya di situ ada miskomunikasi antara kami tim Pakuan Ratu FC dengan PSSI,” ujar Habib.
Habib menjelaskan bahwa akar persoalan bermula karena pihaknya tidak menghadiri Technical Meeting (TM) sebelum kompetisi berlangsung. Akibatnya, terjadi kesalahpahaman terkait sejumlah aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan panitia penyelenggara.
Ia juga menyayangkan adanya pihak-pihak tertentu yang kembali menyebarluaskan unggahan tersebut sehingga memicu polemik yang lebih luas. Karena itu, Habib meminta masyarakat, khususnya pengguna media sosial, untuk tidak lagi membagikan maupun memperpanjang persoalan yang telah diselesaikan.
Sementara itu, perwakilan Askab PSSI Way Kanan sekaligus Panitia Porkab Cabang Olahraga Sepak Bola, Yobi Friadi, menegaskan bahwa seluruh regulasi kompetisi telah disampaikan secara terbuka dan disepakati bersama dalam forum Technical Meeting.
Menurutnya, berbagai informasi yang beredar terkait dugaan pungutan liar maupun biaya administrasi tidaklah benar.
“Aturan-aturan itu sudah dijelaskan dan diutarakan semua pada saat TM. Tidak ada biaya pendaftaran, semuanya gratis, tidak ada hal-hal luar biasa,” tegas Yobi.
KONI Way Kanan yang bertindak sebagai mediator menyatakan bahwa persoalan tersebut telah selesai secara kekeluargaan. Sekretaris KONI Way Kanan, Marison Silaen, S.I.P., yang mendampingi Ketua Umum KONI dalam pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa kedua pihak kini telah memiliki pemahaman yang sama setelah dilakukan penjelasan secara menyeluruh.
Setelah mendengarkan pemaparan dari Askab PSSI Way Kanan mengenai hasil Technical Meeting dan regulasi kompetisi, pihak Pakuan Ratu FC menerima penjelasan tersebut dan memahami situasi yang sebenarnya.
KONI Way Kanan pun mengimbau seluruh masyarakat, pecinta sepak bola, serta pihak-pihak di luar permasalahan agar tidak lagi memperpanjang isu yang telah diselesaikan secara damai.
Di akhir pertemuan, Askab PSSI Way Kanan mengajak seluruh klub sepak bola di Kabupaten Way Kanan untuk tetap menjaga kekompakan, menjunjung sportivitas, serta bersama-sama membangun dan meningkatkan kualitas persepakbolaan daerah demi kemajuan olahraga di Kabupaten Way Kanan.













