Misterius.co.id – Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa dan Senat Mahasiswa (FABEM-SM) bersama Masyarakat Sipil Kritis Pengawal Prabowo-Gibran (Masker Pragi) mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah dinamika ekonomi, politik, dan geopolitik global yang terus berkembang.
Seruan tersebut disampaikan Koordinator Nasional Masker Pragi yang juga Wakil Ketua Umum DPP FABEM-SM, Tody Ardiansyah Prabu, S.H., dalam pernyataannya di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Menurut Tody, isu kondisi ekonomi nasional, nilai tukar rupiah, aksi mahasiswa, hingga dinamika politik menjadi perhatian utama masyarakat saat ini. Namun demikian, seluruh pihak diminta menyikapi berbagai perkembangan tersebut secara objektif dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
“Berbagai situasi terkini Indonesia harus disikapi dengan menjaga semangat persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa. Berbagai pendapat tentang kondisi bangsa Indonesia saat ini harus bersama-sama kita sikapi dengan baik dan bijaksana. Jangan mudah terprovokasi hingga dapat menyebabkan bangsa Indonesia terpecah belah,” ujar Tody.
Tody menilai kondisi geopolitik global yang tidak menentu memberikan dampak terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Meski demikian, ia optimistis pemerintah bersama otoritas moneter mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui koordinasi yang berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat terjadi perlu dilihat secara proporsional karena dipengaruhi berbagai faktor eksternal, termasuk ketegangan geopolitik internasional dan gejolak pasar global.
Menurutnya, pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengelolaan energi nasional, evaluasi program prioritas, hingga menjaga stabilitas fiskal dan moneter.
“Indonesia Responsif, bukan Indonesia Bangkrut. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini. Namun yang lebih penting dari semuanya adalah menjaga bangsa dan negara Indonesia,” tegasnya.
Terkait aksi unjuk rasa mahasiswa yang belakangan menjadi perhatian publik, Tody menilai penyampaian aspirasi merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati. Namun, ia mengingatkan agar setiap aksi dilakukan secara tertib, konstruktif, dan tetap mengedepankan etika demokrasi.
“Mahasiswa sebagai kaum intelektual memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi. Karena itu, nalar kritis dan argumentasi yang solutif harus selalu menjadi landasan dalam menyampaikan pendapat di muka umum,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW FABEM Sumatera Utara, Rinno Hadinata, menilai langkah-langkah yang ditempuh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah merupakan bagian penting dari upaya menghadapi tantangan ekonomi global.
Menurutnya, kebijakan moneter yang adaptif serta koordinasi yang kuat antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.
Rinno juga menyoroti sejumlah kebijakan ekonomi yang dinilai memiliki dampak positif terhadap stabilitas fiskal, termasuk pengelolaan subsidi energi dan penguatan investasi domestik.
Ia mengingatkan bahwa berbagai persoalan bangsa tidak dapat dilihat hanya dari satu sudut pandang. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang utuh terhadap faktor-faktor global maupun domestik yang memengaruhi kondisi ekonomi nasional.
“Jalan menuju Indonesia Emas membutuhkan proses yang panjang dan tidak mudah. Karena itu, seluruh elemen bangsa perlu menjaga optimisme, persatuan, serta mendukung upaya pembangunan yang sedang berjalan,” ujarnya.
FABEM dan Masker Pragi berharap masyarakat dapat terus menjaga suasana kondusif, memperkuat semangat kebangsaan, serta bersama-sama menghadapi berbagai tantangan yang muncul demi mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan sejahtera.













